This is default featured slide 1 title

Pantai Kuta adalah salah satu pantai yang sangat menarik di Lombok

This is default featured slide 2 title

Gili Island ( Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air )

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 29 Januari 2014

TRADISI DI LOMBOK

Presean

Presean adalah Budaya Simbol kejantanan Pemuda Suku Sasak di Pulau Lombok. Acara ini berupa pertarungan dua lelaki Sasak bersenjatakan tongkat rotan atau biasa disebut peyalin serta berperisai kulit kerbau tebal dan keras yang biasa di sebut dengan ende. Petarung biasa di sebut dengan pepadu dan wasit pinggir disebut pakembar sedi dan wasit tengah disebut pekembar.
Presean ini bermula hanya upacara adat dari luapan emosi para prajurit jaman kerajaan dulu sehabis mengalahkan lawan di medan perang. Presean ini sudah di kenal dengan masyrakat sejak lama, Hingga akhirnya dilestarikan sampe sekarang ini menjadi hiburan perayaan yang diadakan setiap Bulan agustus. Presean ini sangat unik ketika di padukan gaya bela diri yang di pragakan oleh para pepadu.
Hanya mengunakan celana/sarung tanpa baju dan sebuah rotan di tangan kanan serta sebuah perisai yang terbuat dari kulit binatang di tangan kiri, dua orang pemuda yang berada di hadapan ratusan penonoton saling mengadu kejantanannya. Sambil menari-nari di iringi dengan music gamelan (music lombok) kedua pepadu saling menghalau lawan dengan penyalen tanpa rasa cemas atau takut.
Uniknya Presean ini para peserta tidak pernah disiapkan, para penonton pun bisa ikut serta mengambil alih menjadi seorang petarung. Aturan maennya juga tidak mbuat para petarung bngung, hanya tidak boleh memukul bagian bawah perut. Kalau pepadu(petarung) kena kepala sampai bocor berarti dianggap K.O. pertandingan tidak boleh di lanjutkan lagi kalao pepadu (petarung) mengeluarkan darah. walaupun pepadu tidak mau menyerah. Hadiah yang di perebutkan tidak seberapa kalao di bandingkan dengan lukanya. Tapi banyak juga pemuda yang ikut ambil alih dalam pertandingan ini.
Source Data :
http://lombokmutiaraholiday.blogspot.com/2011/06/presean-stick-fighting-adat-budaya.html

Tradisi Kawin Lari di Lombok

Kawin Lari merupakan tradisi masyarakat Lombok khususnya suku sasak. Mencuri untuk menikah lebih kesatria dibandingkan meminta kepada orang tuanya. Namun ada aturan dalam mencuri gadis di suku asli di Pulau Lombok. Dan gadis itu tidak boleh dibawa langsung ke rumah lelaki, harus dititipkan ke kerabat laki-laki. Setelah sehari menginap pihak kerabat laki-laki mengirim utusan ke pihak keluarga perempuan sebagai pemebritahuan bahwa anak gadisnya dicuri dan kini berada di satu tempat tetapi tempat menyembunyikan gadis itu dirahasiakan, tidak boleh ketahuan keluarga perempuan.
Nyelabar, Istilah bahasa setempat untuk pemberitahuan itu, dan itu dilakukan oleh kerabat pihak lelaki tetapi orangtua pihak lelaki tidak diboleh ikut. Rombongan Nyelabar terdiri lebih dari 5 orang dan wajib mengenakan berpakaian adat. Rombongan tidak boleh langsung datang kekeluarga perempuan. Rombongan terlebih dahulu meminta izin pada Kliang atau tetua adat setempat, sekedar rasa penghormatan kepada kliang, datang pun ada aturan rombongan tidak diperkenankan masuk ke rumah pihak gadis. Mereka duduk bersila dihalaman depan, satu utusan dari rombongan itu yang nantinya sebagai juru bicara menyampaikan pemberitahuan. Memang unik budaya yang ada di Suku Sasak namun kini ada pergeseran budaya Merarik, seperti adanya prosesi meminta kepada orangtua dan bertunangan yang sebelumnya kurang dikenal oleh suku sasak. Tetapi seiring berkembangnya budaya luar dari masyarakat perantau yang datang dan menetap Akulturasi Budaya mulai terjadi. Lahirlah istilah sudah menikah tetapi belum nikah adat. Artinya prosesi menikah itu dilakukan dengan cara meminang tetapi belum menikah secara Merarik, mencurinya dari rumah si Perempuan. Ini Akulturasi Budaya yang muncul, meminang dan mencuri anak gadis prosesi nikah yang dujalankan bersamaan.
Ketika pasangan pengantin dengan menggunakan baju adat Lombok sang pengantin diarak menuju tempat orang tua si pengantin perempuan sambil berjalan kaki. Sebelum masuk ke pelaminan, pemuda Lombok biasa ‘menculik’ anak gadis yang disukainya. Jika orangtua si gadis setuju dengan pemuda yang akan menikahi anaknya, ia akan memberi tanda dengan cara membasuh kaki pemuda tersebut dengan air sirop atau air kelapa. Sementara jika ia tidak setuju disimbolisasikan dengan membasuh menggunakan air tajin. Jika orangtua gadis tersebut menolak tetapi si pemuda tetap ngotot untuk menikahinya, orangtua si gadis biasanya menetapkan mahar yang tinggi untuk merestui anaknya. Ini sebagai ikatan agar anaknya diperlakukan secara baik.
Dalam pergaulan dengan lawan jenis, dikalangan wanita Lombok terutama remajanya juga dikenal istilah ‘pandai menipu’. Maksudnya, wanita Lombok dikenal memiliki banyak pacar, karena itu ia harus pandai-pandai menyiasati diri agar tidak ketahuan oleh pacar lelakinya yang lain. Malah ada anggapan kalau pacarnya hanya satu berarti tidak laku dan tidak di hormati.Justru bagi wanita Lombok banyak pacar adalah sebagai suatu kebanggaan tersendiri..Ada cerita menarik yang kami kutip”Biasanya pada saat 2 atau 3 sebelum hari raya idul fitri”Sang pacar akan membawa beberapa hadiah yang di peruntukkan bagi sang gadis.ini lah kelihaian dari perempuan untuk menyiasati pertemuan,karena si lelaki dateng pada waktu yang bersamaan.
Sumber: http://www.wisatalombok.net

Perang Topat (Perang Topat, tradisi pencerminan kerukunan beragama di Lombok)

Ribuan warga Sasak (Lombok) dan umat Hindu berbaur di Pura Lingsar, KecamatanLingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat untuk merayakan “Perang Topat” yakni tradisi saling lempar dengan menggunakan ketupat.
Dengan menggunakan pakaian adat ribuan warga Sasak dan umat Hindu bersama-sama dengan damai merayakan upacara keagamaan yang dirayakan tiap tahun di Pura Lingsar tepatnya setiap purnama ke-7 menurut kalender Sasak.
Tradisi Perang Topat yang diadakan di Pura terbesar di Lombok  peninggalan kerajaan Karangasem itu merupakan pencerminan dari kerukunan umat beragama di Lombok. Prosesi Perang Topat dimulai dengan mengelilingkan sesaji berupa makanan, buah, dan sejumlah hasil bumi sebagai sarana persembahyangan dan prosesi ini didominasi masyarakat Sasak dan beberapa tokoh umat Hindu yang ada di Lombok. Sarana persembahyangan seperti kebon odek, sesaji ditempatkan didalam Pura Kemalik.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan perang topat, bertepatan dengan gugur bunga waru atau dalam bahasa Sasaknya “rorok kembang waru” yakni menjelang tenggelamnya sinar matahari sekitar pukul 17.30. Perang topat merupakan rangkaian pelaksanaan upacara pujawali yaitu upacara sebagai ungkapan rasa syukur umat manusia yang telah diberikan keselamatan, sekaligus memohon berkah kepada Sang Pencipta. [Foto dan teks: Ahmad Subaidi/ANTARAMataram.com]

Wisata Pengrajin


Desa Sukarara

Pulau Lombok merupakan salah pulau yang memiliki keindahan dan beraneka ragam kekayaan obyek wisata alam, seni budaya serta kerajinan tangan tradisional yang sangat mengagumkan. Salah satu diantaranya adalah kerajinan tenun tradisional atau "songket". Desa Sukarara adalah nama sebuah desa kecil yang sangat indah dan merupakan salah satu pusat kerajinan tenun tradisional yang letaknya di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Lokasi Desa Sukarara ini sekitar 25 Km dari kota Mataram atau sekitar 30 menit perjalan, dan sekitar 5 Km dari kota Praya atau 5 menit perjalan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau taksi. 
Sebagian besar perempuan yang ada di Desa Sukarara ini bekerja sebagai penenun. Untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tenun tradisional yang diwarisi oleh nenek moyang mereka maka para perempuan di Desa Sukarara ini diwajibkan untuk belajar menenun, bahkan sejak masih usia anak-anak para orang tua mereka telah mewariskan keterampilannya dan mengajarkan kepada anak-anak perempuan mereka menenun dengan motif awal atau motif dasar yang sangat sederhana untuk lebih mudah dipahami dan dipelajari oleh anak-anak mereka bagaimana cara menenun yang baik dan benar untuk mendapatkan kualitas hasil tenunan yang baik nantinya. 

Pekerjaan menenun ini biasanya mereka lakukan di teras depan, dan kebiasaan ini masih mereka lakukan sampai saat ini. Pemandangan ini akan anda jumpai hampir pada setiap rumah yang ada disepanjang jalan Desa Sukara yang anda lewati. Kain tenun atau songket dari DesaSukarara ini memiliki ciri khas tersendiri dengan desain atau motif yang berbeda dengan kain-kain tenun lainnya yang ada di Indonesia. Sebuah hasil karya kain tenun yang sangat indah dan artistik yang memiliki desain ekslusif yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil dari para perempuan Desa Sukarara. Dengan ciri khas khusus dan desain tradisional yang menggambarkan gaya hidup kuno pulau Lombok dengan motif rumah adat dan lumbung serta motif tokek, masih mereka pertahankan sampai saat ini. Walaupunhanya dengan menggunakan alat tenun tradisional yang sangat sederhana, namun hasil tenun dari Desa Sukarara ini memiliki kualitas yang sangat baik dan sangat mengagumkan. 
Desain kain tenun Desa Sukarara ini memang diakui sangat mengesakan jika dilihat dari aplikasi pasangan warna-warna tanah dengan pola tradisional timur yang asli Pulau Lombok. Bahan baku yang mereka gunakan adalah benang katun, sutera, sutera emas dan benang sutera perak. Sedangkan untuk bahan pewarna yang mereka gunakan adalah dari bahan pewarna alami sepertiwarna coklat kemerahan dari pohon mahoni, warna coklat muda dari batang jati, warna coklat tanah dari biji asam, warna coklat tua dari batang pisang busuk, dan warna ungu dari kulit manggis dan anggur. Hal inilah yang membuat kain tenun atau songket dari Desa Sukarara ini terkenal dengan ciri khas kain songket yang berpola cerah. Dan juga hasil tenun Desa Sukarara ini sudah banyak dikenal dan sangat dusukai oleh wisatawan mancanegara. Seperti yang anda ketahui bahwa di dalam pengerjaan menenun yang dilakukan di Desa Sukarara ini hanya menggunakan alat tenun tradisional yang sangat sederhan, maka harga kain tenun atau songket ini tergantung pada faktor kesulitan penentuan motif dan lamanya waktu pengerjaan. Hal inilah yang membuat harga kain tenun tradisional Desa Sukarara sangat mahal.
Kain tenun songket

Senin, 27 Januari 2014

Pantai Selong Belanak


Pantai Selong Belanak adalah pantai yang jarang dikunjungi wisatawan walaupun berada di daerah yang tidak jauh dari kota Mataram tepatnya di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tidak seperti pantai-pantai di Gili TrawanganGili Meno dan Gili Air yang sering menjadi jujugan wisatawan, Selong Belanak sebaliknya. Pantainya sepi dan berada di sebuah teluk, tapi keindahannya tak kalah denganPantai Kuta dan Senggigi. Pasirnya putih halus. Bahkan mungkin yang paling halus dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya di Lombok.
Berjalanlah tanpa alas kaki, Anda akan merasakan betapa pasir putih di Selong Belanak sangat terjaga kelestariannya. Menyusuri pantai ini di sore hari sambil bermain air di bibirnya yang bersih adalah kenikmatan tersendiri. Ombaknya landai karena Selong Belanak berada di teluk, anginnya semilir tak terlalu kencang. Kesunyiannya membuat seakan-akan pantai ini adalah pantai Anda. Hanya ada beberapa nelayan yang merupakan warga Selonng Belanak yang hilir mudik. Anda bebas bermain sepuasnya. Bagi pemburu foto, lanskap Selong Belanak wajib Anda abadikan. Sunset-nya indah dengan langit jingga yang bersih. Benar-benar surga di Lombok Tengah. Tidak ada salahnya juga untuk menaiki bukit sebelum masuk ke pantai. Anda akan mendapatkan panorama pantai Selong Belanak dari atas bukit yang indah. Ya, keindahan pantai Selong Belanak turut disumbangkan tidak hanya oleh birunya laut dan putihnya pasir namun gugusan bukit yang hijau. Perpaduan warna hijau, putih dan biru inilah yang menjadikan kecantikan Selong Belanak lengkap. Tak heran jika banyak yang mengatakan bermain air di Selong Belanak tak cukup jika hanya 1 atau 2 jam. Anda akan ingin berlama-lama di pantai yang tersembunyi ini.
Anda juga bisa duduk di pantai sembari menikmati ikan bakar hasil tangkapan nelayan warga setempat. Jangan lupa dipadu dengan sambal pedas khas Lombok. Sedap. Di sebelah barat pantai ini memang terdapat perkampungan warga yang bermatapencaharian nelayan. Selong Belanak tidak hanya memanjakan turis namun juga memberikan hasil bumi bagi warga sekitar. Di perkampungan ini ada beberapa warung menyediakan kopi dan makanan kecil yang disediakan istri-istri nelayan untuk tempat nongkrong. Tak heran beberapa nelayan yang baru pulang melaut asik bertukar cerita di warung-warung ini. Oya, kapal-kapal nelayan yang beraneka warga ini juga turut menambahkan keceriaan pantai Selong Belanak. Keindahan alam yang berpadu dengan perdaban manusia.
Bagi yang ingin mengunjungi Selong Belanak, Anda bisa berangkat dari Mataram dengan menyewa mobil atau motor. Jalannya mulus dan hanya perlu waktu 2 jam saja. Namun berbeda ceritanya jika Anda menuju Selong Belanak dari Sekotong. Jalannya yang rusak hanya cocok untuk Anda yang memang ingin tantangan lain, walaupun diakui jika lewat rute ini Anda akan diberikan view yang cukup indah. Untuk datang ke pantai ini kita tidak dipungut biaya alias gratis kecuali untuk parkir motor atau mobil yang Anda bawa.
Pengunjung Selong Belanak biasanya tak menginap. Mereka datang di pagi atau siang hari hingga sunset tiba. Karena minimnya penginapan dan hotel, turis lebih suka memilih menginap di pusat kota agar lebih fleksibel saat mengunjungi beberapa tempat wisata yang lain. Jika Anda memilih menginap di Mataram, beberapa pilihan hotel yang bisa Anda diami adalah Lombok Raya HotelLombok Garden Hotel atauGrand Legi Hotel.
Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.